Dzikir, Doa, dan Upacara Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-75

HUT RI ke-80, dan Milad Attaqwa ke-69 

قراءة الأذكار والدعوات والمراسم الرسمية تزين احتفالات الذكرى الخامسة والسبعين لتأسيس بيكاسي، والذكرى الثمانين لاستقلال إندونيسيا، والذكرى التاسعة والستين لتأسيس مؤسسة التقوى

Bekasi, 16-17 Agustus 2025, Rangkaian acara keagamaan dan kebangsaan digelar khidmat di Pondok Pesantren Attaqwa, dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-75, HUT Kemerdekaan Republik  Indonesia ke-80, dan Milad Yayasan Attaqwa ke-69.

Pada Sabtu, 16 Agustus 2025, kegiatan dipusatkan di Masjid Al-Baqiatussolihat Komplek Pondok Pesantren Attaqwa Putri. Agenda acara meliputi pembacaan surat Yasin, dzikir, doa bersama, serta santunan bagi yatim dan dhuafa.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja mengajak masyarakat menjadikan momentum peringatan hari jadi ini sebagai sarana memperkuat   kebersamaan, meningkatkan keimanan, dan menumbuhkan semangat gotong royong.

“Semoga dengan doa dan dzikir bersama ini, Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan, perlindungan, dan kemajuan bagi Kabupaten Bekasi tercinta,” ujar dr. Asep di hadapan tokoh agama, pejabat  daerah, dan masyarakat yang hadir.

Ketua Umum Yayasan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, MA, turut menyampaikan pesan tasyakur atas usia Kabupaten Bekasi ke-75.

“Para pendiri Kabupaten Bekasi berharap Bekasi menjadi kota yang mampu membawa masyarakatnya berkemajuan dalam semua bidang,” tuturnya.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan apel dan tabur bunga di Makam Pahlawan Nasional KH. Noer Alie. Bertindak sebagai inspektur upacara, Kapolres Metro Bekasi Kombes. Mustofa, S.I.K., M.H.. Hadir pula Bupati dan Wakil Bupati Bekasi, Kepala Dandim Bekasi, Kepala Kejaksaan Negeri Bekasi, serta keluarga besar KH. Noer Alie.

Puncak acara digelar pada Ahad, 17 Agustus 2025 di Alun-alun Pondok Pesantren Attaqwa Putra dengan apel peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-80. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Pimpinan Umum Yayasan Attaqwa. Acara berlangsung semarak dengan penampilan aubade, drama musikal, dan pawai arak-arakan dari perwakilan sekolah dan madrasah sekitar Ujungharapan.

Dalam amanatnya, inspektur upacara menekankan pentingnya mensyukuri kemerdekaan serta menjaga kedaulatan bangsa.

“Kemerdekaan bukan datang dengan cuma-cuma, tetapi diperoleh melalui pengorbanan para pejuang. Syariat Islam   hanya bisa ditegakkan dengan adanya negara yang merdeka dan berdaulat. Karena itu, belajar harus menjadi wirid sehari-hari bagi pelajar agar kelak berkompetensi demi negara,” pesannya.

Pimpinan Pondok Pesantren Attaqwa Putra, KH. Husnul Amal, Lc., D.E.S.A., menyampaikan bahwa tradisi peringatan ini telah berlangsung sejak berdirinya perguruan Attaqwa.

“Persiapan acara telah dilakukan sejak dua bulan lalu. Santri dari tingkat Tsanawiyah hingga Aliyah turut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan. Kami mensuport baik secara materiil maupun non-materiil demi kelancaran acara,” ungkapnya.

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like these