جائزة التقوى تضفي أجواء من البهجة على الاجتماع السنوي 1446 هـ
تكريماً للمؤسسات التابعة لمؤسسة التقوى
Yayasan Attaqwa menyelenggarakan acara tahunan Ijtima’ Sanawi 1446 H. dengan penuh semarak di Aula Utama Yayasan Attaqwa Putra, Bekasi, 9 Juni 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Dewan Pembina, Dewan Mustasyar, Dewan Pengawas, seluruh cabang yayasan, para kepala sekolah dari semua tingkat pendidikan, ketua-ketua DKM masjid dan mushola, serta perwakilan lembaga di bawah naungan Yayasan Attaqwa.
Salah satu agenda utama dalam Ijtima’ Sanawi tahun ini adalah penganugerahan Attaqwa Award, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta kerja kreatif lembaga-lembaga di bawah naungan yayasan. Attaqwa Award diberikan kepada masing-masing lembaga yang memenuhi kriteria dalam empat kategori utama:

Ketua Umum Yayasan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, MA., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh lembaga yang terus menghidupkan program inti Attaqwa. Beliau menegaskan bahwa Yayasan Attaqwa terus berkomitmen untuk mencetak generasi unggul yang cerdas, terampil, dan mewarisi nilai-nilai kenabian.
“Perguruan Attaqwa harus memiliki nilai profetik, menjadi pewaris nabi yang benar, pintar, dan terampil. Kebajikan, kesalihan, dan keberdayaan harus menjadi napas dalam pendidikan dan pengabdian kita,” ujar Dr. Irfan.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran strategis masjid dan mushola sebagai pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Dengan lebih dari 70 mushola aktif, Yayasan Attaqwa ingin menjadikan tempat-tempat ibadah tersebut sebagai mercusuar keislaman, penguat ukhuwah, serta pencerah umat di Bekasi dan sekitarnya.



Tradisi Ijtima’ Sanawi yang diselenggarakan setiap 13 Zulhijjah ini telah diwariskan oleh pendiri Attaqwa, KH. Noer Alie, sebagai momen silaturrahim besar antara pusat dan cabang, serta antar-lembaga di lingkungan Attaqwa. Tradisi ini juga menjadi bentuk refleksi ibadah qurban dalam konteks sosial kelembagaan.
Menutup acara, Dr. Irfan mengajak semua pihak untuk terus melanjutkan perjuangan dalam bidang pendidikan dan dakwah keislaman.

“Sekolah dan lembaga kita harus visioner, bukan hanya untuk jangka pendek. Kita ingin meneladani Al Azhar Al Syarif Mesir, menjadi institusi yang memiliki reputasi keumatan dan kebangsaan,” tutupnya.
Acara berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, menegaskan kembali peran Yayasan Attaqwa sebagai garda depan dalam membangun masyarakat yang religius, berilmu, dan berdaya.■